img
Kejaksaan Negeri Depok

Kejari Depok Ajak Siswa SMA untuk Cegah Korupsi

Depok: Kejaksaan Negeri Kota Depok memperingati hari Anti korupsi Internasional dengan mengumpulkan puluhan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk mengikuti kegiatan seni, musikalitas, dan pembacaan puisi.
 
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok, Yudi Triadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud integritas para pemangku hukum untuk menanamkan anti korupsi kepada generasi muda.
 
"Kami berikan pemahaman, mulai dari hal yang sederhana (mengenai anti korupsi) seperti tidak mencontek, hidup jujur, tidak membebani orang tua, bergaya hidup sederhana," kata Yudi di Gedung Kejari Depok, Jawa Barat, Senin, 9 Desember 2019. Yudi menjelaskan sejak dirinya dilantik pada 25 Oktober 2019 baru menangani satu kasus korupsi. Menurut Yudi hingga kini proses hukumnya masih berjalan.
 
"Sekarang masih proses penyelidikan sesuai dengan instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2016. Kasusnya nanti akan kami buka jadi diharapkan sabar saja," jelas Yudi.
 
Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna juga mendukung pencegahan korupsi terutama di lingkungan pemerintahan. Salah satunya dengan membangun komunikasi dengan Kejaksaan dan Kepolisian.
 
"Sesuai instruksi pusat, kita lebih pada pola pencegahan. Disini kami juga berterimakasih kepada Kejari dengan melibatkan generasi milenial agar kedepan malu untuk tidak jujur (awal dari mengentaskan kasus korupsi)," kata Supriatna.
 
Peringatan anti korupsi juga diwarnai dengan unjuk rasa oleh sekelompok massa yang tergabung dalam Relawan Gotong Royong (RGR). Mereka menuntut ada upaya tegas dari lembaga hukum terutama kejaksaan dalam menuntaskan kasus-kasus korupsi.
 
"Kami lihat mereka yang sudah dihukum karena korupsi, adem - adem saja di penjara. Seakan, tidak ada kapoknya. Harus ada ketegasan dalam menghukum mereka dengan berat," kata koordinator RGR Hersong.
 
Hersong dan rekan-rekannya mendukung Kejaksaan Negeri Kota Depok agar terus menggenjot sangsi berat bagi seluruh koruptor.
 
"Kami mensupport Kejari Depok, tidak hanya dalam bentuk pidana saja. Namun, dengan sangsi sosial juga yaitu mengarak mereka keliling kampung atau diajak kerja bakti membersihkan lingkungan," pungkas Hersong.
 
<<<<<<< HEAD ======= >>>>>>> 5af8a64f041219f7df9d281a7062942b4c7c2936