Sidang Perdana Gugatan Aset First Travel Ditunda Pengadilan Negeri Kota Depok, Jamaah Kecewa

Sidang Perdana Gugatan Aset First Travel Ditunda Pengadilan Negeri Kota Depok, Jamaah Kecewa
Warta Kota/Gopis Simatupang
Jamaah melakukan gugatan karena bila aset First Travel disita Negara, hal tersebut memupus harapan jamaah untuk berangkat ke Tanah Suci. Sidang gugatan perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, Rabu (20/3/2019) ditunda hingga membuat mereka kecewa. 

Puluhan calon jamaah First Travel telah berbondong-bondong ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, Jalan Boulevard Raya, Kalimulya, Cilodong, demi mengikuti sidang gugatan perdata terkait penyitaan aset agen perjalanan bermasalah itu oleh Negara, Rabu (20/3/2019).

Akan tetapi, para jamaah yang terdiri dari ibu-ibu dan bapak-bapak itu dipaksa menelan kecewa.

Pasalnya, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan karena berkas belum lengkap serta tidak hadirnya terdakwa bos First Travel Andika Surachman selaku tergugat, selain Kejaksaan Negeri sebagai pengacara Negara.

"Kami kecewa. Sudah menunggu dari jam tujuh pagi tapi sidangnya ditunda dengan alasan Kejaksaan Negeri Depok tidak menghadirkan tergugat Andika Surachman," kata Ayu, seorang calon jamaah First Travel.

Para jamaah First Travel kata dia, sangat berharap pihak tergugat hadir di persidangan pekan mendatang dan mengembalikan uang jamaah agar dapat berangkat ke Arab Saudi.

"Sudah dua tahun nunggu ternyata hasilnya begini. Padahal saya rela meninggalkan anak di rumah demi datang ke sidang ini," tuturnya.

Jamaah melakukan gugatan karena bila aset First Travel disita Negara, hal tersebut memupus harapan jamaah untuk berangkat ke Tanah Suci. Sidang gugatan perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, Rabu (20/3/2019) ditunda hingga membuat mereka kecewa.
Jamaah melakukan gugatan karena bila aset First Travel disita Negara, hal tersebut memupus harapan jamaah untuk berangkat ke Tanah Suci. Sidang gugatan perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, Rabu (20/3/2019) ditunda hingga membuat mereka kecewa.



A