Jaksa Sahabat Guru, Program Pencegahan Guru Tersandung Hukum

Kejaksaan Tinggi Jabar dan Pemprov Jabar membentuk program 'Jaksa Sahabat Guru'. (OPSI.ID/Budiana R)

OPSI.ID, Bandung – Kejaksaan Tinggi Jabar dan Pemprov Jabar membentuk program ‘Jaksa Sahabat Guru’. Tujuan besarnya adalah agar para guru tidak tersandung kasus hukum.

Dengan program itu, para guru dan pihak sekolah akan mendapatkan pendampingan dari jaksa. Sehingga, mereka tidak akan salah langkah dalam menjalankan aturan, khususnya dalam pengelolaan anggaran sekolah.

Sebelum menjalankan suatu aturan, termasuk pengelolaan keuangan, guru atau pihak sekolah bisa berkonsultasi kepada jaksa di masing-masing daerah. Sehingga, tidak akan terjadi salah langkah akibat tidak paham terhadap suatu aturan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar Raja Nafrizal mengaku prihatin ada sejumlah kasus yang melibatkan guru. Mereka salah dalam menafsirkan aturan pengelolaan anggaran. Sehingga, guru jadi korban dan harus berurusan dengan hukum.

Berkaca dari berbagai kasus seperti itu, program tersebut sengaja dibuat. Sehingga, jaksa akan menjadi ‘konsultan’ bagi para guru dan pihak sekolah sebelum menjalankan aturan atau mengelola anggaran sekolah.

“Kita (kejaksaan) akan mengawal mereka, tentu dibawah koordinasi Dinas Pendidikan,” kata Raja di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa, 23 Oktober 2018.

Ia berharap pendampingan tersebut menjadi langkah besar untuk mencegah terjadinya korupsi yang melibatkan guru maupun pihak sekolah, baik secara sengaja atau tidak.

“Mudah-mudahan program ini menjadi awal dan ibadah untuk mencegah korupsi di Jawa Barat, khususnya para guru,” ucap Raja.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap program itu berjalan efektif. Sehingga tidak akan ada lagi ke depan guru atau pihak sekolah yang tersandung kasus hukum karena salah dalam memahami aturan saat mengelola anggaran.