Bandung, 23 Maret 2018

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Raja Nafrizal mengajak kepada para pejabat di lingkungan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan wilayah untuk selalu meningkatkan etos kerja sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Raja sesaat setelah melantik beberapa pejabat di lingkungan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, di Aula R. Soeprapto pada Jumat pagi (23/03).

Beberapa pejabat yang dilantik tersebut yakni Didik Istiyanta yang mengisi jabatan sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menggantikan Mohammad Dofir yang beberapa saat lalu telah dilantik menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat. Didik Istiyanta sebelumnya menjabat sebagai Koordinator pada Jampidsus Kejaksaan Agung RI dan dilantik berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor: KEP-030/A/JA/02/2018 tanggal 05 Februari 2018.

Selain melantik Didik Istiyanta, Kajati juga melantik 8 (delapan) pejabat eselon III di antaranya Purwanto Joko Irianto yang dilantik menjadi Aspidum menggantikan Katarina Endang yang dipromosikan menjadi Koordinator pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung RI. Kemudian 5 (lima) Kepala Kejaksaan Negeri yang dilantik yakni Rudi Irmawan yang dilantik menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Bandung, Syahpuan yang dilantik menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Azwar dilantik menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Salamat Simanjuntak dilantik menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Tasikmalaya dan Pramono Mulyo dilantik menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Subang. Terakhir Denny Achmad mengisi jabatan Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Pelantikan pejabat eselon III di lingkungan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor: KEP-IV-051/C/02/2018 tanggal 05 Februari 2018.

Menurut Kajati, kegiatan alih tugas atau mutasi adalah bagian dari kebutuhan organisasi dalam rangka peningkatan karier pegawai. "Kegiatan alih tugas ini hendaklah dimaknai terutama dari sudut kepentingan organisasi, bukan sekedar penempatan figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu," ujar beliau.

Lanjunya, "alih tugas ini diperlukan dalam upaya optimalisasi kinerja sehingga diharapkan pejabat baru yang ditunjuk dapat mengakselerasi penyelesaian tugas serta memberikan nilai positif bagi lembaga Kejaksaan." Tegas Kajati. (Zm/gaF)